Wisata Keraton Surakarta: Sejarah, budaya, dan Daya Tarik Keraton Solo

Diposting Agustus 29, 2026 oleh admin

Keraton Surakarta Hadiningrat, yang juga dikenal sebagai Keraton Kasunanan Surakarta, merupakan salah satu peninggalan sejarah dan pusat kebudayaan Jawa yang paling penting di Kota Solo, Jawa Tengah. Selain menjadi simbol perjalanan sejarah Mataram Islam, kompleks keraton ini menyimpan berbagai bangunan bersejarah, pusaka, gamelan, benda seni, serta tradisi yang masih dipelihara hingga sekarang.

Sejarah Keraton Surakarta Hadiningrat

Sejarah Keraton Surakarta tidak dapat dipisahkan dari Keraton Kartasura. Setelah Kartasura mengalami kerusakan akibat konflik dan Geger Pecinan pada 1743, Sri Susuhunan Pakubuwono II memutuskan untuk memindahkan pusat kerajaan ke lokasi baru di Desa Sala, di sekitar Bengawan Solo.

Pembangunan keraton baru berlangsung pada pertengahan abad ke-18. Setelah selesai, kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Surakarta Hadiningrat. Keraton ini kemudian menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta dan menjadi salah satu penerus tradisi Kerajaan Mataram Islam di Jawa.

Peristiwa penting lainnya terjadi setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755, ketika wilayah Mataram terbagi dan Kesunanan Surakarta menjadi salah satu kerajaan penerusnya.

Arsitektur yang Memadukan Jawa dan Eropa

Salah satu daya tarik utama Keraton Surakarta adalah arsitekturnya. Tata ruangnya mengikuti konsep tradisional keraton Jawa, sementara beberapa bagian bangunan memperlihatkan pengaruh arsitektur Eropa. Pola dasar tata ruangnya memiliki banyak kesamaan dengan Keraton Yogyakarta.

Kompleks keraton tidak dibangun sekaligus dalam satu periode. Berbagai bangunan mengalami penambahan, perubahan, dan pemugaran pada masa pemerintahan raja-raja berikutnya. Salah satu periode pembangunan besar terjadi pada masa Pakubuwono X, yang memerintah pada 1893–1939.

Warna biru dan putih yang cukup dominan pada sejumlah bangunan memberikan karakter visual tersendiri bagi Keraton Surakarta.

Bangunan-Bangunan Penting di Dalam Keraton

  1. Sasana Sewaka

Pendhapa Ageng Sasana Sewaka merupakan salah satu bangunan utama dalam kompleks keraton. Tempat ini digunakan untuk berbagai upacara dan kegiatan penting kerajaan, termasuk upacara yang berkaitan dengan kehidupan dan kedudukan raja.

Bangunan ini juga menjadi salah satu bagian keraton yang paling menarik secara visual karena memiliki tiang, ornamen, serta interior khas Jawa yang dipadukan dengan berbagai elemen dekoratif.

  1. Siti Hinggil

Siti Hinggil merupakan kawasan yang memiliki kedudukan penting dalam rangkaian ruang upacara keraton. Salah satu bangsal di kawasan ini adalah Bangsal Sewoyono, yang dibangun pada masa Pakubuwono X.

Nama Siti Hinggil sendiri berkaitan dengan konsep tempat yang ditinggikan. Kawasan ini digunakan untuk berbagai kegiatan dan upacara kerajaan.

Tradisi dan Kebudayaan yang Masih Hidup

Keraton Surakarta bukan sekadar bangunan bersejarah. Hingga sekarang, berbagai tradisi dan kegiatan budaya masih menjadi bagian dari kehidupan keraton.

Salah satu tradisi yang terkenal adalah Grebeg, termasuk Grebeg Maulud. Berbagai upacara adat, seni tradisional, gamelan, dan tata cara keraton menjadi bagian penting dari warisan budaya yang terus dipertahankan.